- Masa sekolah dimulai pada bulan April, bukan bulan Juli (seperti di Indonesia, Rusia), September (seperti di Amerika, Kanada), maupun Januari (seperti di Australia);
- Orang dewasa membaca komik (manga) sama seringnya dengan anak kecil;
- Orang Jepang mengendarai kendaraan di sebelah kiri jalan, sama seperti Indonesia, Hong Kong, Britania Raya;
- Kosakata untuk "nasi" dan "makanan" sama dalam bahasa Jepang;
- Nippon 'Ham Fighters' (北海道日本ハムファイターズ, Hokkaidō Nippon-Hamu Faitāzu) dari Hokkaido merupakan nama sebenarnya dari sebuah tim baseball profesional;
- Di Jepang, jauh lebih sulit lulus dari sekolah menengah (SMA), daripada lulus dari perguruan tinggi;
- Beberapa orang Jepang mengacu kepada generasi muda Jepang sebagai "manusia baru";
- Kebanyakan orang Jepang tidak memiliki perangkat komputer di rumah--mereka lebih menggunakan ponsel mereka;
- Meskipun musim dingin yang beku, banyak rumah di Jepang yang masih belum memiliki pemanas pusat--tidak seperti di Amerika Serikat;
- Surat lamaran pekerjaan di Jepang selalu menyertakan sebuah foto dan umur pelamar--berbeda dengan di Amerika Serikat.
よろしくお願いいたします! ヘ(^_^ヘ)(ノ^_^)ノ
Categories
- Cosplay (2)
- Culture (16)
- Download (6)
- Education (5)
- Folktales (1)
- Foods (3)
- For You to Know (18)
- Grammar (1)
- History (6)
- Houses (3)
- Japanese People (18)
- Knowledge (4)
- Lessons (15)
- Literatures (2)
- Lyrics (6)
- Matsuri (3)
- Musics (6)
- Mythology (2)
- Photographics (1)
- Polling (1)
- Stories (1)
- Traditions (8)
- Video (4)
Popular Posts
-
Berdasarkan Kamus Nama Keluarga Jepang (日本苗字大辞典) yang dikeluarkan Juli 1996, terdapat 291.129 nama keluarga yang berbeda di Jepang. Jika nam...
-
Sebuah insiden mengerikan terjadi pada tahun 1988- 19 89 dan menewaskan seorang gadis Jepang berumur 16 tahun bernama Furuta Junko ( 古田順...
-
Menurut Bank Dunia pada tahun 2005, rata rata pendapatan perkapita orang Jepang adalah sebesar $ 35.560 atau sekitar 3.500.000 yen per tahun...
-
MEISHI (NOUNS) Case が subject marker, but penanda subjek, tapi, walaupun, dan, baik, aku harap ~おうが~おうが aku tidak peduli ...
-
Sebagaimana kita tahu bahwa cosplay ternyata begitu populer. Bisa dibilang populer karena cosplay terkenal sangat mirip dengan tokoh kar...
-
Beberapa Denominasi Besar : Anglican Church of Japan (Nippon Sei Ko Kai, Gereja Anglikan Jepang) - Email: province@nskk.org Assembl...
-
Zaman Edo (江戸時代 edo jidai), juga dikenal sebagai zaman Tokugawa (徳川時代 Tokugawa jidai), adalah salah satu pembagian periode dalam sejarah Jep...
-
Nama Resmi Masjid Area (Prefektur) Alamat Lengkap Keterangan Masjid Hasanath [Masjid Toyota] Aichi 28...
-
Zaman Taisho (大正時代 Taishou jidai, "Zaman Keadilan Agung"), atau Era Taisho, merupakan zaman dalam sejarah Jepang yang dimulai seja...
-
Zaman Meiji (明治時代 Meiji jidai), atau periode Meiji, menandakan 45 tahun berkuasanya Kaisar Meiji, berlangsung, menurut kalender Gregorian, d...
Mite Goran
Hi There!
Labels: Culture, For You to Know, Japanese People
Menteri Hukum Jepang telah menambah daftar ini selama bertahun-tahun, sementara sebagian kanji lain dibuang. Terdiri dari 92 kanjiketika pertama kali disusun pada tahun 1951, dan terdapat 983 kanji yang diterima untuk digunakan sebagai nama pada tahun 2004.
Kanji-kanji di bawah disusun berdasarkan bunyi, mengikuti urutan pembacaan huruf kana.
丑丞串乃之乎也云亘‐亙些亦亥亨亮仔伊伎伍伽佃佑伶侃侑俄侠俣俐侶倭俺倶倦倖偲僅傭儲允兎兜其冥冴冶凄凌凜‐凛凧凪凰凱函刹劉劫勁勃勾匂勿匡廿卜卯卿厨厩 叉叡叢叶只吾呑吻呂哉哨啄唄哩喬喧喰喋嘩嘉嘗噌噂圃圭坐尭‐堯坦埼埴堆堰堺堵塙塞填壕壬夷奄奈奎套妖娃姪姥娩媛嬉孟宏宋宛宕宥寅寓寵尖尤屑岡峨峻崖崚嵐嵯 嵩嶺巌‐巖已巳巴巷巽巾帖幌幡庄庇庚庵廟廻弘弛弥‐彌彗彦彪彬徠忽怜恢恰恕悌惟惚悉惇惹惺惣慧憧憐戊或戚戟戴托按拶拭挨拳捉挺挽掬捲捷捺捻捧掠揃掴摺撒撰 撞播撫擢孜敦斑斐斡斧斯於旦旭旺昂昊昏昌昧昴晏晃‐晄晒晋晟晦晨智暉暢曖曙曝曳曽‐曾朋朔杏杖杜李杭杵枕杷枇柑柴柵柿柘柊栃柏柾柚桧‐檜栞桔桂桁栖桐栗梧 梗梓梢梛梯桶梶椛梨梁椅棲椎椋椀楯楚楕椿楠楓椰楢楊榎樺榊榛槙‐槇槍槌樫槻樟樋橘樽橙檎檀櫂櫛櫓欣欽歎此殆毅毘毬汀汝汐汎汲沙汰沌沓沫洸洲洵洛浩浬淵淳渚 ‐〓淀淋渥湘湊湛湧溢滉溜漱漕漣澪濡瀕灘灸灼烏焔焚煌煎煤煉熙熊燕燎燦燭燿爪爽爾牒牙牟牡牽犀狼猪‐〓獅玖玩珂珈珊珀玲琢‐〓琉瑛琥琶琵琳瑚瑞瑶瑳瑠璃瓜 瓢瓦甥甫畏畠畢畿疋疏痩皐皓眉眸睦瞳瞥瞭矩砦砥砧硯碓碗碩碧磐磯祇祢‐禰祐‐〓禄‐祿禎‐〓祷禽禾秦秤稀稔稟稜稽穣‐穰穿窄窟窪窺竣竪竺竿笈笹笙笠筈筑箕 箔箸篇篠箪簾籾粥粟糊紘紗紐絃紬絆絢綺綜綴緋綾綸縞徽繋繍纂纏羚羨翔翠耀而耶耽聡肇肋肘肴胤胡脇脩腔腎膏膳臆臥臼舜舷舵艶芥芹芯芭芙芦苑茄苔苺茅茉茨茸茜 莞荻莫莉菅菫菖萄菩萌‐萠莱菱葦葛葵萱葺萩董葡蓋蓑蒔蒐蒼蒲蒙蓉蓮蔭蒋蔦蓬蔓蕎蕨蕉蕃蕪蔽薙蕾蕗藁薩藤藍蘇蘭虎虹蜂蜜蝦蝶螺蝉蟹蝋衿袖袈袴裡裾裟裳襖訊訣 註詣詢詮詫誼諏諄誰諒謂諺諦謎讃豹貌貰貼賑赳跨蹄蹟蹴輔輯輿轟辰辻迂迄辿迪迦這逞逗逢遥‐遙遁遡遜遼邑那祁郁鄭酉酎醇醐醒醍醤采釉釘釜釧鋒鋸錦錐錆錫鍋鍵 鍬鎧鎌閃閏閤闇阜阪阿陀隈隙隼雀雁雛雫霞靖鞄鞍鞘鞠鞭韓頁頃須頌頓頗頬顛颯餅饗馨馴馳駕駒駿驍魁魯鮎鯉鯛鰯鱒鱗鳩鳶鳳鴨鴻鵜鵬鶴鴎鷲鷺鷹鹿麒麓麟麿黎黛鼎 亀
Berikut kanji yang dibuang dari Jinmeiyo:
亞惡爲衞應櫻奧價壞懷樂□卷陷氣僞戲峽狹曉勳惠□鷄藝縣儉劍險圈檢顯驗嚴廣恆國碎雜兒濕壽收從澁獸縱敍將燒獎條乘淨剩疊孃讓釀眞寢愼盡粹醉穗齊靜攝專戰纖禪壯爭莊搜裝騷□藏臟帶滯單團彈晝鑄廳聽鎭轉傳燈盜稻拜賣髮拔祕拂佛飜默藥與搖樣謠來覽龍壘亙巖彌祿穰
(www.mochihotoru.co.cc)
Labels: For You to Know, Japanese People, Lessons
| Nama Resmi Masjid | Area (Prefektur) | Alamat Lengkap | Keterangan |
| Masjid Hasanath [Masjid Toyota] | Aichi | 28-1 Aoki, Tsutsumi-cho, Toyota-shi, Kode Pos: 473-0932 | E-mail: info@toyotamasjid.org Website: www.toyotamasjid.org |
| Nagoya Masjid | Aichi | 2-26-7 Honjin Dori, Nakamura-ku, Nagoya-shi, Kode Pos: 453-0041 | Website: nagoyamosque.com |
| Nagoya Port Masjid | Aichi | 33-3 Zennan-cho, Minato-ku, Nagoya-shi, Kode Pos: 455-0814 | |
| Shin Anjo Masjid | Aichi | 1-11-15 Imaike-cho, Anjo-shi, Kode Pos: 446-0071 | |
| Chiba Masjid (Dalam Pembangunan) | Chiba | 254-1-2 Sanno-cho, Inage-ku, Chiba-shi, Kode Pos: 263-0002 | No Kontak: 080-3218-0516 090-3341-7536 |
| Masjid Hira [Masjid Gyotoku] | Chiba | 3-3-19 Gyotoku Ekimae, Ichikawa-shi, Kode Pos: 272-0133 | No Kontak: 03-3871-6061 Website: www.icoj.org |
| Niihama Masjid | Ehime | 2-2-43 Ikku-cho, Niihama-shi, Kode Pos: 792-0025 | Website: www.dokidoki.ne.jp/home2/islam |
| Fukuoka Masjid | Fukuoka | 3-2-18 Hakozaki, Higashi-ku,, Fukuoka-shi, Kode Pos: 812-0053 | E-mail: information@fukuokamasjid.org Website: www.fukuokamasjid.org |
| Matsuyama Musalla | Ehime | 1-20 Dogo Imaichi, Matsuyama-shi, Kode Pos: 790-0845 | |
| Fatiha Masjid [Masjid Kakamigahara] | Gifu | 4-18 Mi-i-cho, Kakamigahara-shi, Kode Pos: 504-0941 | |
| Babul Islam Masjid [Masjid Gifu] | Gifu | 8 Higashi Machida, Furuichiba, Gifu-shi, Kode Pos: 501-1121 | Website: nagoyamosque.com/gifu |
| Jame Masjid Muhammadiya Masoomiya [Masjid Isesaki] | Gumma | 37-4 Kita-machi, Isesaki-shi, Kode Pos: 372-0056 | |
| Masjid Darussalam [Masjid Sakaimachi] | Gumma | 772 Sakai, Isesaki-shi, Kode Pos: 370-0124 | |
| Masjid Quba [Masjid Tatebayashi] | Gumma | 4-7-26 Honcho, Tatebayashi-shi, Kode Pos: 374-0024 | No Kontak: 03-3871-6061 Website: www.icoj.org |
| Masjid Salamat | Gumma | Tatebayashi-shi, Kode Pos: | |
| Al Noor Masjid [Masjid Otaru] | Hokkaido | 5-4-27 Inaho, Otaru-shi, Kode Pos: 047-0032 | Website: www.noormasjid.com |
| Muroran Mosque | Hokkaido | 5-18-6-1F Takasago-cho, Muroran-shi, Kode Pos: 050-0072 | |
| Sapporo Masjid [Masjid Sapporo] | Hokkaido | 3-7-2 Nishi, Kita 14jo, Kita-ku, Sapporo-shi, Kode Pos: 001-0014 | Website: www.hisociety.jp |
| Kobe Masjid | Hyogo | 2-25-14 Nakayamate Dori, Chuo-ku, Kobe-shi, Kode Pos: 650-0004 | Website: www.kobemosque.org |
| Hitachi Masjid [Masjid Hitachi] | Ibaraki | 3-13-10 Higashi Narusawa-cho, Hitachi-shi, Kode Pos: 316-0034 | No Kontak: 090-3319-4223 090-4177-6159, 080-3274-2057 |
| Madina Masjid [Masjid Madina] | Ibaraki | 783-2 Hananoi, Omitama-shi, Kode Pos: 319-0124 | No Kontak: 090-5813-9848 E-Mail: mail@icljapan.com |
| Masjid Abu Bakar Siddique [Masjid Mito] | Ibaraki | 345-8 Sumiyoshi-cho, Mito-shi, Kode Pos: 310-0844 | |
| Masjid Bait-ul Mukarram [Masjid Hitachi Naka] | Ibaraki | 302-1 Edakawa, Hitachinaka-shi, Kode Pos: 312-0035 | |
| Tsukuba Masjid [Masjid Tsukuba] | Ibaraki | 315-10 Kaname, Tsukuba-shi, Kode Pos: 300-2662 | Website: www.tsukubamosque.com |
| Takamatsu Musalla | Kagawa | 3-4 Yasaka-machi, Takamatsu-shi, Kode Pos: 760-0049 | |
| Ja'me Masjid Yokohama [Masjid Yokohama] | Kanagawa | 1-31-13 Hayabuchi, Tsuzuki-ku, Yokohama-shi, Kode Pos: 224-0025 | E-mail: info@masjid-yokohama.jp Website: www.masjid-yokohama.jp |
| Ebina Masjid [Masjid Ebina] | Kanagawa | 3-12-1 Hongo, Ebina-shi, Kode Pos: 243-0417 | |
| Kyoto Masjid | Kyoto | 92 Miyagaki-cho, Kamigyo-ku, Kyoto-shi, Kode Pos: 602-0853 | |
| Sendai Masjid [Masjid Sendai] | Miyagi | 7-7-24 Hachiman, Aoba-ku, Sendai-shi, Kode Pos: 980-0871 | Website: www.iccsendai.org |
| Madni Masjid [Masjid Niigata Port] | Niigata | 15-1 Tarodai, Kita-ku, Niigata-shi, Kode Pos: 950-3101 | |
| Okayama Islamic Center [Masjid Okayama] | Okayama | 2-1-7 Tsushima Higashi, Kita-ku, Okayama-shi | |
| Osaka Masjid | Osaka | 4-103-1 Owada, Nishi Yodogawa-ku, Osaka-shi, Postal Code : 555-0041 | No Kontak: 080-3822-4143 090-3993-8708, 090-3713-3199 |
| Osaka Ibaraki Masjid | Osaka | 4-6-13 Toyokawa, Ibaraki-shi, Kode Pos: 567-0057 | Website: osakamosque.org |
| Masjid Bait-ul Aman [Masjid Gamo] | Saitama | 1-33 Gamo, Koshigaya-shi, Kode Pos: 343-0838 | |
| Masjid-e Rahmat | Saitama | 916-1 Niihori, Kuki-shi, Kode Pos: | No Kontak: 090-2206-5122 090-5759-1853, 090-5759-1853 |
| Ichinowari Masjid [Masjid Ichinowari] | Saitama | 1-1-6 Bingo Nishi, Kasukabe-shi, Kode Pos: 344-0033 | |
| Kita Sakado Musalla | Saitama | 1 menit perjalanan dari Stasiun Kita Sakado | No Kontak: 090-2665-0011 090-3346-8354 |
| Toda Masjid [Masjid Toda] | Saitama | 4-5-1 Niizo Minami, Toda-shi, Kode Pos: 335-0026 | |
| Jama Masjid Ghousia [Masjid Yashio] | Saitama | 649 Ukizuka, Yashio-shi, Kode Pos: 340-0835 | E-mail: yashiomasjid@hotmail.com Website: www.yashiomasjid.com |
| Fuji Masjid | Shizuoka | 2561-29 Nakazato, Fuji-shi, Postal Code : 417-0826 | |
| Mohammadi Masjid [Masjid Hamamatsu] | Shizuoka | 161-2 Terawaki cho, Minami-ku, Hamamatsu-shi, Kode Pos: 430-0841 | No Kontak: 053-442-5867 Website: www.hamamatsumosque.com |
| Al-Tawheed Mosque [Masjid Hachioji] | Tokyo | 36-6 Hiraoka Machi, Hachioji-shi, Kode Pos: 192-0061 | Website: www.geocities.jp/masjid_al_tawheed |
| Arabic Islamic Institute [Masjid Hiro-o] | Tokyo | 3-4-18 Moto Azabu, Minato-ku, Kode Pos: 106-0046 | Website: www.aii-t.org |
| Ikebukuro Mushalla | Tokyo | 1-2-3-401 NishiIkebukuro, Toshima-ku Kode Pos: 171-0021 | No Kontak: 03-3985-4669 |
| Indonesia Musalla | Tokyo | 3-6-6 Meguro, Meguro-ku, Kode Pos: 153-0063 | |
| Masjid As-Salaam [Masjid Ueno Okachimachi] | Tokyo | 1F As-Salaam Bldg., 4-6-7 Taito, Taito-ku, Kode Pos: 110-0016 | E-mail: admin@assalaam.info Website: www.assalaam.info |
| Masjid Otsuka | Tokyo | 3-42-7 Minami Otsuka, Toshima-ku, Kode Pos: 170-0005 | Website: www.islam.or.jp |
| Masjid Darul Arqam [Masjid Asakusa] | Tokyo | 1-9-12 Hihashi Asakusa, Taito-ku, Kode Pos: 111-0025 | No Kontak: 03-3871-6061 Website: www.icoj.org |
| Makki Masjid [Masjid O-hanajaya] | Tokyo | 5-22-14 Yotsugi, Katsushika-ku, Kode Pos: 124-0011 | No Kontak: 03-5670-7426 |
| Machida Musalla | Tokyo | 4-22-16-202 Hara Machida, Machida-shi, Kode Pos: 194-0013 | |
| Shibuya Mushalla | Tokyo | 1107 Sagas Bldg., Dougenzaka, Shibuyaku Kode Pos: 150-0043 | |
| ShinOkubo Mushalla | Tokyo | 2-10 Hyakunincho, Shinjukuku-ku Kode Pos: 169-0073 | |
| Tokyo Jamii [Masjid Tokyo] | Tokyo | 1-19 Oyama-cho, Shibuya-ku, Kode Pos: 151-0065 | E-mail: info@tokyocamii.org Website: www.tokyocamii.org |
| Toyama Masjid | Toyama | 110-2 Tsubatae, Imizu-shi, Kode Pos: 934-0038 | |
| Babul Islam Masjid [Masjid Oyama] | Tochigi | 237-1 Hitotonoya, Oyama-shi, Kode Pos: 323-0827 | |
| Ashikaga Masjid [Masjid Ashikaga] | Tochigi | 1347 Yamashita-cho, Ashikaga-shi, Kode Pos: 326-0846 | |
| Tokushima Masjid | Tokushima | 2-8-1 Naka Shimada-cho, Tokushima-shi, Kode Pos: 770-0052 |
Sumber: masjid.jp
Labels: Culture, For You to Know, Houses
| | Jomon to 200 BCE Yayoi 200BCE-250CE Kofun (tomb) 250-552 Early civilization 552-710 | | ||||
| poetry | narrative/essays etc. | drama | ||||
| 600 Nara 710-743 794-1185 |
Manyôshû (c. 759) | Kojiki 712 Nihon shoki 720 | | |||
| 800 |
Kokinshû (c. 914) |
Ise monogatari (c. 920) Makura no sôshi (c. 996) | | |||
| 1000 1185-1336 | | Genji monogatari (c.1011) | | |||
| 1200 Muromachi 1392-1568 | Shinkokinshû (1205)
| Hôjôki (1212) Heike monogatari (c.1218) Tsurezuregusa (c. 1330) |
Kan’ami (noh drama) | |||
| 1400 |
development of renga
| | Zeami (noh drama)
| |||
| 1600 Edo 1600-1868 | development of haikai Basho active 1680’s | Saikaku active 1680’s | bunraku and kabuki appear Chikamatsu active c. 1700 | |||
| 1800 | | | | |||
Sumber: f99.middlebury.edu
(www.mochihotoru.co.cc)
Labels: For You to Know, History, Literatures
Wasabi adalah tanaman asli Jepang dari suku kubis-kubisan (brassicaceae). Parutan rimpang (rizoma) yang juga disebut wasabi, dimakan sebagai penyedap masakan Jepang, seperti sashimi, sushi, soba, dan ochazuke. Daun, tangkai, dan rizoma memiliki aroma harum, sekaligus rasa tajam menyengat hingga ke hidung seperti mustar, tapi bukan pedas di lidah seperti cabai.
Unsur kimia yang menjadikan wasabi memiliki rasa menyengat (pedas) adalah isotiosianat (6-methylthiohexyl isothiocyanate, 7-methylthioheptyl isothiocyanate, dan 8-methylthiooctyl isothiocyanate). Senyawa ini bersifat antimikroba yang menghambat pertumbuhan bakteri, sehingga irisan ikan segar selalu dimakan bersama wasabi.
Di alam bebas, tanaman hanya tumbuh liar daerah beriklim sejuk, di lembah pinggiran sungai atau di tengah air bersih yang mengalir perlahan-lahan. Di Jepang, wasabi tumbuh liar di sepanjang aliran sungai yang bersih dan sejuk (10-17℃) di daerah pegunungan pulau Honshu, Kyushu, dan Shikoku.
Tanaman herba tahunan, seluruh bagian tanaman memiliki aroma harum sekaligus rasa pedas menyengat bila dimakan. Rizoma berwarna hijau terang, berbentuk bulat panjang dan mengecil di bagian bawah. Daun keluar langsung dari bagian rizoma, tangkai agak panjang dan tumbuh ke atas dengan daun yang melebar. Daun berbentuk seperti jantung, diameter sekitar 10 cm. Di musim semi, dari rizoma keluar tangkai untuk bunga, letak daun bersilangan, dan ukuran daun lebih kecil dari daun yang keluar langsung dari rizoma. Bunga keluar di ujung tangkai, mekar di akhir bulan Februari-Maret, berwarna putih, daun mahkota empat helai, dan mekar tidak secara berturut-turut.
Budidaya wasabi dimulai sekitar tahun 1596-1615 di hulu Sungai Abe, Utougi, Prefektur Shizuoka. Pada waktu itu, penduduk desa Utougi mencabut wasabi yang tumbuh liar dan memindahkannya ke lahan di sekitar mata air yang terletak di Idougashira. Budidaya wasabi di Idougashira menjadi usaha budidaya wasabi yang pertama di Jepang. Hasilnya dipersembahkan kepada Tokugawa Ieyasu yang tinggal di Istana Sumpu. Menurut cerita, Ieyasu sangat menyukai rasa wasabi hadiah penduduk desa, dan begitu gembira dengan bentuk daun wasabi yang mirip lambang keluarga klan Tokugawa. Menurut cerita lain, penyebaran wasabi ke seluruh Jepang dimulai di pertengahan zaman Edo dari bibit tanaman wasabi yang diterima Itagaki Kanshirou setelah mengajarkan budidaya shiitake kepada penduduk Utougi.
Berdasarkan tempat penanaman, wasabi secara garis besar dibagi menjadi dua jenis, wasabi air (sawa wasabi) yang ditanam di anak sungai (bahasa Jepang: sawa), dan wasabi ladang (hatake wasabi) yang ditanam di ladang. Wasabi ladang bisa dipanen setelah berumur 18 bulan. Daun, tangkai, dan rizoma wasabi ladang dicampur dengan ampas beras hasil perasan sake. Hasilnya makanan olahan yang disebut wasabizuke untuk teman makan nasi, rasanya asin, manis, dan pedas menyengat. Wasabi air ditanam untuk diambil bagian rizoma yang dimakan mentah setelah diparut. Budidaya kecil-kecilan wasabi di saluran air dan anak sungai sering dijumpai di kawasan pegunungan di Jepang. Wasabi air perlu air yang bersih dan sejuk di tanah berpasir yang kaya hara. Dalam kondisi penanaman yang ideal, pupuk seperti pupuk kandang tidak diperlukan karena air menjadi kotor.
Wasabi air hasil budidaya memiliki rizoma yang lebih besar dibandingkan wasabi ladang atau wasabi liar. Rizoma mengeluarkan Allyl isothiocyanate yang bersifat antimikroba, sehingga tanah di sekitarnya bebas mikroba. Tanaman tidak bisa menjadi besar karena di tanah sekeliling tempat tumbuhnya tidak terdapat mikroba yang dapat menyuburkan tanah. Selain itu, wasabi perlu tumbuh di aliran air yang bersih dan bening supaya Allyl isothiocyanate ikut terbawa bersama air, dan tanaman tidak ikut teracuni. Rizoma wasabi air bisa menjadi besar bila semua kondisi terpenuhi.
Panen wasabi tidak mengenal musim dan bisa dipanen kapan saja. Tanaman siap panen setelah 3-4 tahun, dan akar yang dapat dipanen sedikit, sehingga wasabi terutama wasabi segar berharga mahal. Hanya ada sedikit tempat yang cocok dijadikan sentra produksi di Jepang:
* Semenanjung Izu (Prefektur Shizuoka)
* Prefektur Nagano
* Prefektur Shimane
* Prefektur Yamanashi
* Prefektur Iwate.
Produksi dalam negeri tidak pernah mencukupi dan wasabi berharga mahal, sehingga Jepang perlu mengimpor sejumlah besar wasabi dari daratan Tiongkok, Taiwan, dan Selandia Baru.
Selain wasabi segar, dipasaran tersedia bubuk wasabi dalam bubuk wasabi kemasan kaleng, dan wasabi kemasan tube. Di Jepang, daun dan bunga wasabi digoreng sebagai tempura, dan wasabi digunakan sebagai perasa untuk berbagai produk makanan ringan hingga es krim.
Rozima wasabi diparut dengan alat parut dari logam (oroshigane). Walaupun demikian, sebagian kecil orang berpendapat aroma wasabi tidak hilang dan terasa lebih enak bila diparut dengan alat parut tradisional dari kulit ikan hiu. Wasabi hanya diparut seperlunya saja sebelum dimakan, karena aroma wasabi hilang di udara terbuka. Rasa pedas hingga keluar air mata merupakan kenikmatan tersendiri bagi penikmat wasabi. Anak-anak yang belum terbiasa, biasanya memakan sushi yang tidak diberi wasabi (bahasa Jepang: sabinuki).
Rizoma wasabi berharga mahal dan metode pengawetannya sulit, sehingga bubuk wasabi dan pasta wasabi dalam tube digunakan sebagai pengganti. Bubuk wasabi dan wasabi dalam tube sering dibuat dari bahan pengganti berupa lobak, dicampur rizoma Armoracia rusticana (bahasa Inggris: horseradish), dan bahan pewarna makanan. Bubuk wasabi kemasan kaleng dicampur dengan air untuk menghasilkan pasta wasabi yang siap santap.
Komposisi bubuk wasabi dan wasabi tube bergantung kepada merk dan produsen. Bila produk mengandung kadar wasabi asli lebih dari 50%, maka di kemasannya ditulis, Hon Wasabi (wasabi asli) atau Hon Wasabi Shiyou. Definisi “wasabi asli” bisa berarti bagian rizoma atau bagian lain dari tumbuhan (daun dan tangkai). Bila pasta wasabi mengandung kurang wasabi kurang dari 50%, maka pada kemasan ditulis sebagai Hon Wasabi Iri (Mengandung wasabi asli).
Sumber: edisonkuo.com
Labels: Culture, Foods, For You to Know
Peristiwa Penting dan Kejadian Budaya di Jepang | Peristiwa Penting di Dunia | ||
|
| Dari zaman perburuan hingga zaman budidaya padi |
|
|
| Zaman pembangunan kota dan kebangsawanan |
|
|
| Zaman Kebangsawanan dan zaman Keshogunan (pendekar perang/ samurai) |
|
|
| Zaman Keshogunan hingga zaman saudagar | 1600 | Inggris mendirikan East India Company |
| Jepang membuka diri terhadap dunia luar |
|
|
| Masa Pasca Perang; Menuju Jepang yang Baru |
|
|
Sumber: id.emb-japan.go.jp
Labels: Education, For You to Know, History, Lessons
Bicara mengenai harga, seperti biasa apa sih yang murah di sana? Lama penyewaan mulai dari 15 menit sampai setengah hari, dengan biaya rata-rata sekitar 500 Yen (sekitar 50.000 rupiah) untuk 15 menit, dan 1500 Yen (150 ribu rupiah) untuk 7-9 jam.
Nah, kalau bicara kecepatan sih tidak usah ditanya, rata-rata kecepatan internet di sana saat ini minimal 10 Mbps jadi pasti jauh lebih cepat dibandingkan di negeri kita tercinta ini.
Internet cafe alias warnet di Jepang juga kebanyakan tidak hanya sekedar tempat untuk berinternet ria tetapi juga biasanya kita bisa membaca buku komik (manga) secara gratis dengan koleksinya yang lumayan banyak.
Lalu bicara mengenai tempat itu sendiri, mereka biasanya membaginya dalam dua bagian yaitu ruangan terbuka dan ruangan tertutup untuk privasi dengan bentuk bilik-bilik kotak (cubicles). Hal itu tergantung permintaan. Kita bisa memilih untuk satu bilik bisa diisi satu orang, dua orang, atau lebih dari dua orang. Dan kadang, mereka juga menyiapkan dua komputer dalam satu bilik.
Sebagian besar bilik tersebut sudah dilengkapi dengan berbagai macam alat, mulai dari komputer itu sendiri, webcam, microphone, dan juga teve untuk menonton.
Bagi Anda yang perokok, jangan khawatir mereka juga menyediakan tempat bagi para perokok. Lihat saja foto di bawah, itu ada asbak kan?
Walaupun "sedikit" mahal untuk berinternetan di sini, ada satu hal yang lumayan membuat kita sedikit senang yaitu kita bisa minum sepuasnya sampai kembung (dan GRATIS!) kecuali untuk makanan kecilnya, kita harus bayar.
Terakhir, bicara soal kebutuhan, belakangan ini ternyata internet cafe di sana tidak sekadar untuk internet, tetapi juga sebagai tempat tidur bagi orang-orang tertentu seperti pekerja paruh waktu atau sama seperti Love Hotel digunakan juga untuk tempat untuk bermalam bagi orang yang sudah ketinggalan kereta.
Alasannya sama saja dengan Love Hotel, yaitu internet cafe jauh lebih murah dibandingkan dengan mereka menginap di hotel. Lagipula, selain bisa tidur, mereka juga bisa internetan, membaca komik (manga), mandi air hangat (ada kamar mandi tetapi biasanya harus bayar), bahkan minum sampai kembung.
Satu hal yang sebenarnya sekarang menjadi masalah tersendiri bagi pemerintah di sana seiring dengan meningkatnya pengganguran dan juga orang yang mendadak tidak punya tempat tinggal (homeless) adalah keberadaan internet cafe sudah mulai berubah fungsi sebagai rumah sementara bagi mereka yang tidak punya tempat tinggal.
(sumber : kaskus.us)
Labels: Culture, For You to Know, Japanese People
Tulisan ini adalah draft tulisan bulan Juni tahun lalu. Saya sering mempunyai ide-ide menulis dan untuk sementara karena tidak ada waktu, hanya saya tulis judulnya dan simpan dalam bentuk draft.
Dalam seminar PDP yang diadakan setiap hari Selasa malam, suatu kali kami membahas tentang kebijakan zero tolerance dalam pendidikan Jepang.
Kebijakan zero tolerance pada awalnya muncul di Amerika Serikat sebagai bagian dari hukum kriminal atau pengadilan. Sejarah tentang zero tolerance saya kutipkan sedikit dari Wikipedia. Zero tolerance dicetuskan pada tahun 1994. Teori ini lahir sebagai kelanjutan dari Teori Broken Windows yang diperkenalkan oleh James Q. Wilson dan George L. Killing pada tahun 1982. Teori Broken Windows adalah sebuah konsep mengantisipasi vandalism atau kriminal. Diibaratkan bahwa apabila sebuah jendela dirusak, maka tindakan vandalisme selanjutnya dapat diperkecil dengan segera memperbaiki kerusakan tersebut. Jika tidak dilakukan perbaikan terhadap jendela yg rusak, maka kondisi jendela rusak itu akan mendorong pelaku untuk merusakkan/memecahkan kaca jendela yang lainnya.
Adapun teori Zero Tolerance adalah mengabaikan segala bentuk perbaikan dan belas kasihan kepada para pelaku kriminal, dan lebih memilih penerapan hukum yang saklek, tanpa tedeng aling-aling. Dengan kata lain, toleransinya nihil!
Konsep zero tolerance diperdebatkan sebagai konsep yang cukup akurat untuk mengantisipasi aktivitas bullying (ijime) yang merebak di sekolah-sekolah Jepang. Konsep ini dipergunakan di Amerika Serikat untuk menghadapi anak-anak yang bermasalah. Sekolah-sekolah berhak mengeluarkan anak-anak seperti ini. Beberapa waktu lalu, sekolah-sekolah Jepang tidak mempunyai hak untuk mengeluarkan anak-anak yang bermasalah, sehingga boleh dikatakan anak yang dikeluarkan dari sekolah di Jepang adalah nihil. Orang Jepang berprinsip bahwa pendidikan anak adalah tanggung jawab sekolah, dan oleh karenanya anak yang melakukan ijime dianggap sebagai akibat pendidikan yang gagal diterapkan di sekolah.
Berbeda dengan di Indonesia, anak-anak yang melakukan tindakan amoral di sekolah diekspos secara besar-besaran oleh media massa, sementara pihak sekolah berusaha menutupinya karena akan mencemari nama baik sekolah. Saya pikir sekolah pada saat itu hanya berpikir untuk kepentingan sekolah. Adapun di Jepang, nama pelaku ijime harus disembunyikan dan tidak boleh ditampilkan di media apabila masih di bawah umur. Pihak keluarga atau bahkan pihak sekolah yang diwawancarai di teve umumnya tidak ditampakkan secara penuh, misalnya dengan wajah yang diburamkan sama sekali atau suara yang diubah.
Karena merebaknya kasus ijime yang bahkan mengarah pada meningkatnya jumlah anak yang melakukan bunuh diri, pakar pendidikan mengajukan konsep zero tolerance. Artinya anak-anak pelaku ijime seharusnya dikeluarkan dari sekolah atau sekolah tidak memberikan keleluasaan bergerak kepadanya.
Tetapi pakar pendidikan yang lain mengutarakan argumen, seandainya ini diterapkan, bagaimanakah nasib si pelaku ijime selanjutnya? Siapa yang akan mengubahnya menjadi berperilaku baik? Apakah hanya orang tuanya yang bertanggung jawab?
Memang sangat berbeda konsep berpikir orang Amerika dan orang Jepang. Jika di Amerika sifat individualistis sangat menonjol, dan bahkan kesempatan mendidik sendiri anak-anak melalui program home schooling pun didukung oleh pemerintah; di Jepang, masyarakatnya masih beranggapan bahwa pendidikan adalah beban pemerintah untuk menyelenggarakannya dan tanggung jawab pendidikan seorang anak adalah tanggung jawab semuanya. Oleh karena itu mengeluarkan anak dari sekolah harus diantisipasi dengan menyediakan lembaga pendidikan baru untuk si anak.
Hukuman memang harus diberikan kepada si pelaku kejahatan. Tetapi bagaimana agar hukuman tersebut membuat pelaku dan orang-orang sekitarnya menjadi sadar dan mengubah diri menjadi lebih baik, itu yang harus dipikirkan.
Labels: Education, For You to Know
Sebuah insiden mengerikan terjadi pada tahun 1988-1989 dan menewaskan seorang gadis Jepang berumur 16 tahun bernama Furuta Junko (古田順子,) setelah mengalami penyekapan, pemerkosaan, dan penyiksaan yang sangat berat selama 44 hari. Insiden tersebut dikenal dengan nama Kasus Pembunuhan Gadis SMA yang Dibungkus Beton (女子高生コンクリート詰め殺人事件, Joshikousei konkuriito-zume satsujinjiken). Ini merupakan kasus pembunuhan sadis yang sangat terkenal oleh ketidakadilannya di Negeri Sakura Jepang.
Ceritanya, pada tanggal 25 November 1988, empat laki-laki, yaitu anak laki-laki A yang berumur 18, anak laki-laki B bernama Jo Kamisaku yang waktu itu berumur 17 (Kamisaku adalah nama keluarga barunya yang dia pakai setelah dibebaskan dsari penjara), anak laki-laki C berumur 16, dan anak laki-laki D berumur 17, menculik dan menyekap Furuta, seorang murid kelas tiga SMA (kelas XII) dari Misato, Prefektur Saitama, selama 44 hari. Mereka menjadikannya tahanan di rumah yang dimiliki orang tua dari anak laki-laki C, berlokasi di distrik Ayase di Adachi, Tokyo.
Untuk menghindari pengejaran polisi, salah satu dari mereka memaksa Furuta untuk menelepon orang tuanya dan menyuruhnya memberi tahu bahwa dia telah kabur dari rumah, dengan “seorang temannya”, dan dia baik-baik saja. Bahkan dia menggertak Furuta agar berlagak sebagai pacar dari salah satu dari mereka ketika orangtua anak laki-laki C, sang pemilik rumah, sedang berada di rumah tersebut. Ketika mereka sudah yakin orang tua C itu tidak akan telepon polisi, mereka pun menyudahi sandiwara tersebut. Furuta telah mencoba kabur berkali-kali, lalu memohon pada orang tua anak laki-laki C untuk menyelamatkannya, tetapi mereka sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa meskipun mereka mengetahui jika selama ini Furuta disiksa. Rupanya mereka takut kepada anak laki-laki A yang mungkin akan menyiksa mereka. Anak laki-laki A saat itu merupakan pemimpin yakuza kelas rendah, dia telah mengancam bahwa dia bisa membunuh siapapun yang bermaksud turut campur.
Menurut kesaksian mereka di persidangan, mereka berempat telah memerkosa Furuta, memukulinya, memukulnya dengan balok besi dan tongkat golf, memasukan berbagai macam ke dalam vaginanya termasuk lampu bohlam, memaksanya untuk makan kecoa dan minum air kencingnya sendiri, memasukan petasan ke dalam anusnya lalu meledakkannya, memaksa Furuta untuk bermasturbasi, memotong puting susunya dengan tang, menjatuhkan barbel ke perutnya, dan membakarnya dengan rokok dan korek api. Salah satu dari tindak pembakaran itu merupakan “hukuman” karena Furuta berusaha melapor ke polisi. Pada suatu waktu, Furuta mengalami luka yang teramat parah sehingga, menurut salah satu dari mereka, anak perempuan itu sampai membutuhkan waktu satu jam lebih untuk merangkak turun tangga untuk menggunakan kamar mandi. Mereka juga mengatakan bahwa “mungkin sudah terdapat 100 orang” yang mengetahui bahwa mereka menahan Furuta di rumah tersebut, tapi belum jelas apakah ini berarti 100 orang tersebut mengunjungi rumah itu berkali-kali sementara Furuta disekap di sana, atau mereka sendiri ikut memperkosa Furuta (dengan total kira-kira 1000 kali) atau menyiksa dia. Saat para anak laki-laki itu menolak melepaskan Furuta, Furuta seringkali memohon pada mereka “untuk membunuhnya saja dan menyudahi penderitaan tersebut.”
Pada tanggal 4 Januari 1989, dengan menggunakan alasan kalah saat bermain mahyong, keempat anak laki-laki itu memukuli Furuta dengan barbel besi, menuang cairan korek api ke kaki, tangan, perut, dan wajahnya, lalu membakar Furuta hidup-hidup. Tak lama kemudian Furuta meninggal pada hari itu karena mengalami syok. Keempat anak laki-laki itu mengklaim bahwa mereka tidak sadar betapa parah luka yang dialami Furuta, dan mereka percaya jika Furuta hanya berpura-pura mati.
Pada 5 Januari, para pembunuh itu menyembunyikan mayat Furuta di dalam sebuah drum 55 galon dan mengisinya dengan semen—agar mayatnya tidak ditemukan. Mereka lantas membuang drum tersebut di sebidang tanah reklamasi di Koto, Tokyo.
Ketika kejahatan mereka terbongkar, keempat anak laki-laki biadab itu pun akhirnya ditahan dan diadili sebagai orang dewasa; tetapi karena Jepang memiliki aturan penanganan khusus terhadap kejahatan anak-anak di bawah umur, identitas mereka pun disembunyikan dalam persidangan. Namun, majalah mingguan Shuukan Bunshun dengan jelas memublikasikan nama asli mereka, dan menyatakan bahwa “hak asasi tidak dibutuhkan bagi para penjahat biadab.” Mereka juga memublikasikan nama asli Furuta dan detail mengenai kehidupan pribadinya secara mendalam di mass media. Kamisaku dituntut sebagai seorang pimpinan keempat anak laki-laki itu, setidaknya—entah benar atau tidaknya—menurut pihak persidangan.
Keempat anak laki-laki itu mengaku bersaah sehingga diberi keringanan tuntutan “membuat luka fisik yang menyebabkan kematian”, bukannya tuntutan pembunuhan. Orang tua anak laki-laki A lalu menjual rumah mereka dengan harga sekitar 50 juta yen (sekitar 5 M rupiah) lalu membayarkannya sebagai kompensasi bagi keluarga Furuta.
Karena keikutsertaannya dalam kejahatan tersebut, Kamisaku harus menjalani delapan tahun kurungan di penjara anak-anak sebelum dia dibebaskan pada bulan Agustus 1999. Sekedar tambahan, pada bulan Juli 2004, Kamisaku kembali ditangkap karena mencelakai seorang kenalannya, yang Kamisaku anggap dia telah membuat pacarnya menjauh, karena dia mendengar orang itu membocorkan tentang kejahatan masa lalunya. Kamisaku pun dihukum tujuh tahun penjara dengan tuntutan memukuli.
Orangtua Furuta Junko terkejut dengan putusan yang diterima dari para pembunuh anak perempuannya itu. Mereka melakukan gugatan hukum terhadap orang tua anak laki-laki yang rumahnya dijadikan tempat penyekapan. Ketika beberapa tuduhan ditarik karena bukti fisik yang meragukan (yaitu air mani dan rambut kemaluan yang ditemukan dari jenazah Furuta tidak cocok dengan milik keempat anak laki-laki yang tertangkap), pengacara yang menangani gugatan hukum memutuskan bahwa tidak ada dakwaan lagi yang harus dijatuhkan dan menolak tidak membantu mereka lebih jauh lagi karena merasa tidak memiliki bukti cukup.
Pada bulan Juli 1990 pengadilan rendah menjatuhkan hukuman kepada Kamisaku dari keempat anak laki-laki itu dengan hukuman maksimal 17 tahun penjara. Pengadilan menjatuhkan hukuman kepada para anak buahnya masing-masing selama empat hingga enam tahun penjara, tiga hingga empat tahun penjara, dan sisanya lima hingga sepuluh tahun penjara dengan batas waktu yang tidak tentu. Sang pemimpin, Kamisaku, dan dua anak buahnya yang pertama mengajukan naik banding atas dakwaan tersebut. Namun pengadilan tinggi memberikan hukuman lebih berat kepada tiga pihak tersebut. Hakim yang menangani pengadilan ini, Ryuji Yanase, mengatakan bahwa majelis pengadilan melakukan itu karena dasar kejahatan mereka, dampak terhadap keluarga korban, dan pengaruh tindak kriminal tersebut bagi masyarakat. Sang pemimpin akhirnya menerima hukuman 20 tahun penjara, hukuman paling tinggi kedua yang memungkinkan setelah hukuman seumur hidup. Dari dua two anak buah Kamisaku yang mengajukan naik banding, salah satunya yang tadinya mendapat hukuman empat hingga enam tahun penjara akhirnya dijatuhi hukuman lima hingga sembilan tahun penjara. Sedangkan yang satu lagi akhirnya dijatuhi hukuman lima hingga tujuh tahun penjara.
Namun, yang paling menggangu dari kisah nyata ini adalah bahwa para pembunuh Furuta saat ini telah menghirup udara bebas setelah membuat Furuta Junko mengalami berbagai penderitaan yang menyakitkan.
Kasus ini menarik perhatian seluruh masyarakat Jepang pada penjatuhan hukuman dan rehabilitasi atas narapidana anak-anak, khususnya dalam konteks remaja yang diadili sebagai orang dewasa, dan menjadi sebuah sensasi di mass media. Setidaknya telah terbit dua buku yang mengisahkan kasus besar ini.
Sebuah film eksploitatif yang mengupas kasus ini, Joshikousei Konkuriito-zume Satsujin Jiken (女子高生コンクリート詰め殺人事件, Kasus Pembunuhan Gadis SMA yang Dibungkus Beton), dirilis oleh sutradara Katsuya Matsumura pada tahun 1995. Film lain, Concrete (コンクリート, Beton) atau Schoolgirl in Cement (Gadis Sekolah dalam Beton), yang disutradarai Hiromu Nakamura, dibuat pada tahun 2004 dan berdasarkan salah satu buku yang ditulismengenai insiden mengerikan ini.
Pada tahun 2006, Visual Kei atau rock band Jepang, the GazettE, meliris sebuah lagu dalam album mereka NIL, berjudul “Taion” (Suhu Tubuh); lagu tersebut didedikasikan untuk mengenang Furuta Junko.
True Modern Stories of the Bizarre karya Waita Uziga memasukkan kisah: Gadis Sekolah dalam Beton, yang berdasarkan kasus pembunuuhan Furuta Junko.
Dan di bawah ini merupakan hal-hal mengerikan yang dilakukan terhadap Furuta Junko sesuai data yang berhasil dikumpulkan dari persidangan dan kesaksian dari berbagai blog di Jepang. Semua yang ditulis menunjukan bahwa rasa sakit yang dialami Furuta Junko harus dialami bertubi-tubi sewaktu dia masih hidup—sebelum akhirnya dia tewas mengenaskan. Memang sangat mengganggu tapi inilah kenyataannya. Berikut rinciannya:
22-30 November 1988 (Hari 1-10)
Diculik, dikurung sebagai tahanan di dalam rumah, dipaksa berlagak sebagai pacar salah satu dari keempat laki-laki itu, diperkosa (dengan total lebih dari 400 kali), dipaksa menelepon orangtuanya dan mengatakan bahwa dia kabur dan dalam keadaan baik-baik saja, kelaparan hingga kekurangan gizi, dipaksa memakan kecoa dan meminum air kencingnya, dipaksa masturbasi, dipaksa bergoyang striptease di depan banyak orang, dibakar dengan korek api, dimasukkan berbagai macam barang ke dalam vagina dan anusnya.
1-9 Desember 1988 (Hari 11-19)
Menderita luka karena pukulan keras yang tak terhitung berapa kali, wajah terluka karena jatuh dari tempat tinggi ke permukaan keras, tangannya diikat ke langit-langit dan badannya digunakan sebagai samsak untuk latihan tinju, dari hidungnya mengalir sangat banyak darah sehingga dia hanya bisa bernafas lewat mulut, dijatuhi barbel ke atas perutnya, muntah darah ketika minum air—lambungnya sudah tidak dapat menerima air, mencoba kabur namun ketahuan sehingga dihukum dengan sundutan rokok di tangan, dituangkan cairan bensin ke telapak kaki, betis hingga pahanya dibakar, anusnya dimasuki botol hingga menyebabkan luka.
10-19 Desember 1988 (Hari 20-29)
Tidak dapat jalan normal karena luka bakar yang diderita di kaki, dipukuli dengan tongkat bambu, anusnya dimasukkan petasan lalu disulut hingga meledak, tangannya dipenyet (dipukul supaya gepeng) dengan sesuatu yang berat hingg kukunya pecah, dipukuli dengan balok besi dan tongkat golf, vaginanya dimasuki rokok—untuk dijadikan “asbak”, disuruh tidur di balkon di saat udara minus dan langit bersalju, dimasukkan tusuk sate ke dalam vagina dan anusnya sehingga menyebabkan pendarahan parah.
20-29 Desember 1988 (Hari 30-39)
Diteteskan cairan lilin panas ke wajahnya, lapisan matanya dibakar dengan korek api, dadanya ditusuk-tusuk dengan jarum, putting susu sebelah kirinya dihancurkan dan dipotong dengan tang, dimasukkan bohlam panas ke dalam vaginanya, mengalami luka berat dalam vaginanya karena dimasukkan gunting, tidak bisa buang air kecil dengan normal, mengalami luka yang sangat parah hingga membutuhkan waktu satu jam hanya untuk merangkak turun tangga menuju kamar mandi, gendang telinganya menjadi rusak parah, ukuran otak menciut sangat sangat banyak.
30 Desember 1988 (Hari 40)
Memohon sama para penyiksanya itu agar membunuhnya saja dan menyelesaikan penderitaannya.
1 Januari 1989 (Hari 41)
Merayakan tahun baru sendiri karena tubuhnya telah dimutilasi sehingga tidak dapat bangun dari lantai.
4 Januari 1989 (Hari 44)
Badannya yang telah termutilasi disiksa dengan barbel besi denagn alasan karena mereka mengalami kekalahan dalam main mahyong, mengalami pendarahan parah di hidung dan mulut, mukanya dan matanya disiram dengan cairan lilin yang dibakar, dituangkan cairan korek api ke kaki tangan wajah dan perutnya, tubuhnya dibakar hidup-hidup—penyiksaan terakhir ini berlangsung sekitar dua jam tanpa henti.
Di bawah ini adalah film Joshikousei Konkuriito-zume Satsujin Jiken (女子高生コンクリート詰め殺人事件 Kasus Pembunuhan Gadis SMA yang Dibungkus Beton) bagian pertama yang ada di YouTube:
Sumber: en.wikipedia.org, kaskus
Labels: For You to Know, Stories, Video
